Tuesday, February 24, 2009

BUNGA BANK DAN PERMASALAHANNYA

Secara jujur harus diakui bahwa terdapat beberapa kelemahan pada penerapan sistem bunga dalam perbankan konvensional, antara lain : 
Terjadinya negatif spread. Kondisi ini terjadi pada saat beban bunga yang harus dibayar bank konvensional kepada para penabung / deposan lebih besar daripada pendapatan bunga yang diterima oleh bank konvensional sendiri. 
Mengesampingkan usaha sektor riil. Bank konvensional cendrung memiliki jenis usaha yang memiliki resiko kecil atau bahkan tidak mempunyai resiko sama sekali. Oleh karena itu, beberapa bank konvensional lebih suka menempatkan dananya di pasar uang daripada di sektor riil. Contoh instrumen pasar uang salah satunya adalah Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Bank baru menempatkan dananya ke sektor riil apabila tingkat keuntungan di sektor riil melebihi suku bunga SBI. Semakin tinggi suku bunga SBI semakin tinggi juga suku bunga kredit untuk usaha sektor riil. Bagi sektor riil sendiri, tingkat suku bunga yang sedemikian tinggi membuat iklim usaha menjadi sulit karena sektor riil harus menyediakan dana yang lebih besar untuk membayar bunga kepada bank walaupun mengalami rugi sekalipun. Oleh karena itu, dengan kondisi yang seperti ini, usaha—usaha di sektor riil bisa rugi dan bisa saja sampai bankrut dengan sistem bunga konvensional.
 (Gatot Hatmoko, 2008). 


No comments:

Post a Comment